0

Diam itu menyiksa, bicara pun menyedihkan. Ikhlas itu mendamaikan hati, sabar pun menenangkan jiwa

Posted by Sinden Kata on 19.03



Tanpa disadari, seminggu ini pikirku menemukan kata itu.
Banyak hal terjadi belakangan ini.

Aahh, malas untuk menghadapinya tapi harus diatasi.

Fasilitas menurun karena mobil masuk bengkel,
Renovasi rumah, mengharuskan bersempit-sempit ria dalam debu dan kotor,
Kesibukan rumah tangga karena ART pulang mau dilamar,
Masalah kantor,
Terbiasa tersudutkan atau tersalahkan bukan karena kesalahan yang telah dilakukan.
Dan sebagainya, dan sebagainya, dan selanjutnya.

Mulai uring-uringan tapi harus dikontrol demi keluarga.

Ini tentang menata hati dan jiwa.

Ibuku pun telpon menasehatiku.
Tepatnya, memarahiku.
Komplain besar karena beberapa sikap dan perkataanku.
Tidak pernah ku temui ibuku marah sedemekian kepadaku.
Dan inti dari semua nasehatnya kala itu,
Inilah saatnya bagiku untuk “nyemelehke ati”.

Terkait dengan rencanaku untuk ziarah Makkah-Madinah,
peringatan Tuhan kala di sana sangat “tok-thel”.
Artinya, ada perbuatan langsung diingatkan.

Tersengat hati pikiranku mendengarnya.

Baik, baik, inilah saatnya.

Bukan karena ziarahnya,
Tapi ini memang diperlukan.

Pelan-pelan harus dilakukan.
Dan memang harus dilakukan.
Ini tentang hakekat peristiwa dalam hidup.

Semua terjadi bukan tanpa apa-apa.
Karena pasti ada hikmah di belakangnya.

Diam itu memang menyiksa.
Menahan masalah untuk sekedar mengetahuinya.
Mengetahui masalah untuk sekedar merasakannya.
Merasakan masalah untuk sekedar mengarungi sakitnya atau seberapa kuat kita memendamnya.
Meskipun terkadang, diam pun menjadi solusi dari permasalahan

Bicara pun menyedihkan.
Tidak perlu bicara kalau ada masalah lanjutannya.
Biasanya, masalah lanjutan itulah yang memperparah keadaan.
Lebih menyedihkan, lawan bicara kita bukanlah pihak yang tepat.
Lebih menyedihkan, kita tahu akibatnya tapi kita masih saja melakukannya.

Akhirnya, ikhlas mendamaikan hati.
Ilmu tertinggi dalam hidup untuk ikhlas dalam masalah.
Ikhlas ini bukanlah pasrah.
setelah mengalami masalah,
Ikhlas ada dan menjadi awal cerita.
Sedangkan pasrah ada dan menjadi akhir cerita.

Sabar pun menenangkan jiwa.
Semua butuh proses dan tahapan kejadian.
Sembuh, didahului proses pengobatan pun recoverinya.
Tua, didahului proses kanak-kanak pun remajanya.
Lahir, didahului proses pembuahan pun kandungannya.
Dan sabar pun menenangkan jiwa.




0

Lepaskan kepalanmu...

Posted by Sinden Kata on 23.48
Di suatu hutan hiduplah sekelompok monyet.

Pada suatu hari, tatkala mereka tengah bermain, tampak oleh mereka sebuah toples kaca berleher panjang dan sempit yang bagian bawahnya tertanam di tanah.

Di dasar toples itu ada kacang yang sudah dibubuhi dengan aroma yang disukai monyet.

Rupanya toples itu adalah perangkap yang ditaruh di sana oleh seorang pemburu.

Salah seekor monyet muda mendekat dan memasukkan tangannya ke dalam toples untuk mengambil kacang-kacang tersebut. Akan tetapi tangannya yang terkepal menggenggam kacang tidak dapat dikeluarkan dari sana karena kepalan tangannya lebih besar daripada ukuran leher toples itu.

Monyet ini meronta-ronta untuk mengeluarkan tangannya itu, namun tetap saja gagal.
Seekor monyet tua menasihati monyet muda itu, "Lepaskanlah kepalanmu atas kacang-kacang itu! Engkau akan bebas dengan mudah!"

Namun monyet muda itu tidak mengindahkan anjuran tersebut, tetap saja ia bersikeras menggenggam kacang itu.

Beberapa saat kemudian, sang pemburu datang dari kejauhan.

Sang monyet tua kembali meneriakkan nasihatnya, "Lepaskanlah kepalanmu sekarang juga agar engkau bebas!"

Monyet muda itu ketakutan, namun tetap saja ia bersikeras untuk mengambil kacang itu.

Akhirnya, ia tertangkap oleh sang pemburu.

Cerita yang sangat menarik, bukan ? terkadang kita juga sering mencengkeram dan tidak rela melepaskan hal-hal yang sepatutnya kita lepaskan demi kebaikan kita di masa yang akan datang..

(Tulisan terakhirku di internal blog perusahaan sebelumnya - ketika aku harus memilih - 8 tahun yg lalu)

Copyright © 2009 Sinden Kata All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.